Asah Kesiapan Operasional, Sat Samapta Polres Ende Gelar Latihan Peningkatan Kemampuan Dalmas
TribrataNewsEnde.Com - Guna mengantisipasi eskalasi gangguan kamtibmas dan memastikan kesiapsiagaan personel di lapangan, Satuan Samapta Polres Ende menggelar latihan peningkatan kemampuan Pengendalian Massa (Dalmas). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (9/7/2026) pagi, bertempat di Lapangan Volly Polres Ende Kelurahan Potulando Kecamatan Ende Tengah.
Latihan yang dimulai pukul 08.30 Wita ini dipimpin KBO Sat Samapta Aiptu I Made Mertayasa dan Kanit Dalmas 1 Aiptu Stenly Sirambang sebagai upaya penyegaran taktis dan penguatan kapasitas personel dalam menghadapi situasi unjuk rasa maupun penanganan massa secara profesional. Dalam instruksinya, KBO Sat Samapta Aiptu I Made Mertayasa menekankan pentingnya penguasaan taktik formasi untuk meminimalkan celah kesalahan prosedur di lapangan. Ujarnya.
"Latihan peningkatan kemampuan ini adalah komitmen Sat Samapta Polres Ende untuk selalu siap sedia memberikan rasa aman bagi masyarakat. Setiap tindakan penanganan massa di lapangan harus dilakukan secara terukur, humanis namun tetap tegas serta menjunjung tinggi prosedur yang berlaku," tegas Aiptu I Made Mertayasa
KBO Samapta menegaskan bahwa seluruh personel wajib menjiwai dan menghafal Prosedur Bertingkat Penggunaan Kekuatan secara berurutan sesuai SOP legal formal Polri.tambahnya.
Adapun berbagai manuver formasi lanjutan diperagakan secara intensif oleh personel, meliputi:
1. Formasi Baji (Wedge): Dirancang khusus secara taktis untuk memecah konsentrasi massa yang mulai bertindak anarkis.
2. Formasi Kotak: Difungsikan guna memberikan perimeter proteksi ketat terhadap objek vital atau area evakuasi di titik sentral.
3. Formasi Garis Berbanjar: Dioptimalkan untuk melakukan gerakan dorongan maju atau taktik mundur secara teratur dan solid.
Selain formasi, personel dibekali teknik dorongan tameng yang benar dengan memanfaatkan tumpuan kekuatan bahu dan kuda-kuda kaki yang kokoh. Skenario penindakan terhadap aktor intelektual lapangan juga disimulasikan secara apik, di mana Tim Uraian bergerak senyap melakukan identifikasi provokator sebelum akhirnya diamankan secara cepat oleh Tim Pengurai.

Tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dan formasi, latihan ini turut melibatkan simulasi penggunaan Peralatan Khusus (Alsus) Dalmas Lanjutan. Penggunaan alsus ini diskenariokan untuk mendukung penanganan massa pada situasi kontingensi, di antaranya:
1.Rantis Water Cannon: Digunakan untuk memecah kerumunan dari jarak aman 30–40 meter.
2.Gas Air Mata (CS Gas): Dilatihkan melalui metode pelemparan manual maupun penggunaan laras peluncur.
3.Peluru Karet (Rubber Bullet): Menekankan disiplin akurasi dengan batas jarak aman minimal 20 meter.
4.Sarana Komunikasi: Optimalisasi pengeras suara (Toa) dan Sound System lapangan sebagai instrumen utama dalam melakukan negosiasi serta komando pasukan.
Seluruh personel yang terlibat diwajibkan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) standar lengkap, mulai dari helm dengan visor, body vest, pelindung betis, hingga sarung tangan taktis demi menjamin keselamatan anggota selama bertugas. Hingga berakhirnya kegiatan, seluruh rangkaian latihan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta siap diimplementasikan demi menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Ende.
User

