Tanamkan Karakter Sejak Dini, Kapolsek Wolowaru Sambangi SDK Jopu 1 Edukasi Bahaya Bullyng hingga Narkoba
TribrataNewsEnde.Com - Kepolisian Sektor Wolowaru terus berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan. Hal ini dibuktikan dengan aksi nyata Kapolsek Wolowaru Ipda Ubaldus Maku, S.Sos., yang turun langsung memberikan sosialisasi kepada puluhan siswa siswi di SDK Jopu 1, Desa Jopu Kecamatan Wolowaru Rabu (28/01/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SDK Jopu 1 Bapak Yoseph Marselinus Veri, para guru, serta 98 siswa yang tampak antusias mengikuti jalannya materi.
Dalam paparan materinya Kapolsek Wolowaru Ipda Ubaldus Maku menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan karakter yang kuat. Beliau menyoroti maraknya isu perundungan (bullying) dan kekerasan digital yang kini mulai merambah usia sekolah dasar.
Prestasi akademik setinggi apa pun akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat. Di tengah gempuran era digital, ia menyoroti fenomena cyber bullying yang kini mulai menghantui anak-anak usia sekolah dasar.
"Pendidikan bukan sekadar mencetak orang pintar, tapi membentuk manusia yang memanusiakan sesamanya. Bullying dan kekerasan hanya akan melahirkan dendam yang merusak masa depan kalian". tegas Ipda Ubaldus dengan nada persuasif di hadapan para siswa.
Pendidikan bukan hanya soal menjadi pintar, tapi bagaimana menjadi manusia yang lebih baik. Bullying dan kekerasan hanya akan meninggalkan dendam dan merusak masa depan kalian. Tambah Kapolsek di hadapan para siswa.
Tak hanya soal perundungan, Kapolsek juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya narkoba dan minuman keras (miras). Beliau menjelaskan bahwa pengaruh negatif lingkungan dan media sosial bisa menjadi pintu masuk bagi barang haram tersebut jika siswa tidak memiliki pemahaman hukum yang kuat sejak dini.
Adapun beberapa poin yang dibahas meliputi:
Aspek Hukum Cyber Bullying: Mengedukasi siswa agar bijak bersosial media dan menghindari kekerasan non-fisik di dunia digital.
Dampak Sosial: Bagaimana perilaku menyimpang dapat mengganggu keseimbangan hidup masyarakat.
Karakter Bangsa: Mengajak siswa menjadi representasi pelajar yang mencerminkan nilai-nilai luhur Indonesia.
Kepala Sekolah SDK Jopu 1 bapak Yoseph Marselinus Veri menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Polri di tengah tengah anak didik mereka. Ia berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar mentalitas siswa terjaga dari pengaruh buruk luar. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut berakhir pada pukul 11.00 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara Polri dan dunia pendidikan.
User

