Tongkat Komando Polres Ende Berpindah: AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M. Tr.Opsla Disambut Tarian Wanda Pala dan Tradisi Pedang Pora
TribrataNewsEnde.Com - Suasana khidmat menyelimuti Polres Ende pada Kamis pagi (08/01/2026). Polres Ende resmi memulai babak baru kepemimpinan dengan penyambutan Kapolres yang baru AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, beserta Ketua Bhayangkari Cabang Ende.
Langkah kaki AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M. Tr. Opsla pertama kali mendarat di Bandar Udara H. H. Aroeboesman sekitar pukul 08.00 Wita, kehadirannya disambut langsung oleh Bupati Ende bersama jajaran Forkopimda dalam suasana penuh keakraban menandakan sinergitas yang kuat antara kepolisian dan pemerintah daerah.
Sebelum memasuki gerbang Polres Ende tradisi penyambutan di gerbang Polres Ende dengan tarian Wanda pala dan prosesi jajar hormat dan pedang pora yang megah dari perwira Polres Ende turut mengiringi langkah Kapolres baru yang melambangkan penghormatan dan solidaritas korps.
Tarian Wanda Pala dengan gerakan yang luwes namun tegas, para penari memberikan penghormatan tertinggi simbol bahwa sang pejabat baru kini resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Ende.
Tak hanya tarian, prosesi penyambutan juga diwarnai dengan pengalungan selendang tenun ikat motif khas Ende, Ritual ini bermakna doa dan restu dari leluhur agar sang pemimpin baru senantiasa dilindungi dalam menjaga keamanan di wilayah hukum Kabupaten Ende.
Sejumlah perwira pertama Polres Ende membentuk barisan tegak menghunuskan pedang membentuk gapura megah dalam tradisi Pedang Pora.
Langkah kaki Kapolres Ende bersama ketua bhayangkari yang mantap di bawah dentingan pedang menyimbolkan kesiapan fisik dan mental untuk memimpin kesatuan. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol solidaritas dan loyalitas seluruh personel kepada pimpinan yang baru.
Dalam sambutan singkatnya, Kapolres Ende menyampaikan rasa takjub dan terima kasihnya atas penyambutan yang begitu kental dengan nilai budaya.
"Ini adalah kehormatan besar bagi saya. Dukungan adat dan masyarakat adalah modal utama kami dalam menjaga ketertiban. Kami datang bukan hanya untuk bertugas, tapi untuk menjadi bagian dari solusi di tanah Ende ini," ujarnya.
Dengan kepemimpinan yang baru, masyarakat menaruh harapan besar agar keamanan dan ketertiban di kota lahirnya Pancasila ini tetap terjaga dengan pendekatan yang humanis dan menjunjung kearifan lokal.
User

