Polri Untuk Masyarakat, Personel Brimob dan Polsek Wewaria Bangun Jembatan Darurat Bagi Warga Desa Fataatu
TribrataNewsEnde.Com - Personel Brimob Kompi 3 Batalion B Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Personel Polsek Wewaria mengatasi putusnya infrastruktur jalan akibat bencana alam di Desa Fataatu Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende dengan membangun jembatan darurat secara gotong-royong bagi warga setempat.
Aksi ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan wujud nyata slogan Polri Untuk Masyarakat. Di bawah terik matahari para petugas bersinergi dengan warga setempat mengolah material kayu seadanya untuk memastikan mobilitas warga tidak terhenti.
Pekerjaan jembatan merupakan hasil koordinasi Polsek Wewaria, Satbrimob Polda NTT, Kepala Desa Fataatu dan Camat Wewaria beberapa pekan lalu. Jembatan darurat berlokasi di jalan Poros Trans Utara Provinsi NTT rute Ende-Maurole-Kotabaru, KM 56 di Desa Fataatu.
Pekerjaan dilakukan pada Sabtu (7/02/2026) pukul 10.00 wita dengan melibatkan warga masyarakat atas perintah Kades Fataatu. Kegiatan ini merupakan aksi sigap untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat kerusakan akibat kondisi alam pada bulan Januari-Februari lalu. Selain pembangunan jembatan, personel juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya di wilayah Kecamatan Wewaria pada awal Februari 2026.
Kapolsek Wewaria Iptu Dantje Dima bersama Wadanki Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT Iptu Venansio Da Costa Pinto menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei terlebih dahulu sebelum memulai pembangunan. Total peserta terdiri dari 6 orang personel Polsek Wewaria, 20 orang personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor Ende, dan sekitar 10 orang warga masyarakat.
“Jembatan darurat yang kami kerjakan tersebut agar aktivitas harian terutama bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua tetap berjalan mengingat kondisi kali sering membahayakan terutama saat banjir,” ujarnya.
Sementara itu Camat Wewaria Fidelis Bela menjelaskan bahwa jembatan darurat diperuntukkan bagi masyarakat dan anak sekolah karena pada musim hujan dan saat banjir kedalaman air mencapai kisaran 80 sentimeter. Ia menghimbau pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat melewati jembatan dan berharap pemerintah provinsi segera membangun jembatan permanen serta memperbaiki infrastruktur jalan di beberapa titik di kecamatan.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kades Fataatu Polikarpus Pe’u bahwa pembangunan direncanakan setelah koordinasi dengan Kapolsek Wewaria pada tanggal 5 Februari 2026, mengingat curah hujan tinggi yang sering menyebabkan banjir dan menyulitkan mobilitas warga. Bahan yang digunakan untuk jembatan adalah kayu besi dengan alas dari papan kayu Johar.
Sebagai kepala pemerintahan Desa, ia berharap jalur Trans-Utara Provinsi NTT segera diperbaiki karena dalam beberapa dekade tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten hingga provinsi.
“Saya berharap Bapak Gubernur NTT, Melki Laka Lena agar bisa menindaklanjuti keluhan kami warga kecamatan Wewaria khususnya masyarakat Desa Fataatu, Karena kondisi bahu jalan dan jembatan banyak yang rusak,” tutur Polikarpus.
User

