​Sinergi Tanpa Batas, Polres Ende Gelar Apel Siaga Kamtibmas dari Ojek Online hingga Tokoh Lintas Agama Bersatu demi NTT

​Sinergi Tanpa Batas, Polres Ende Gelar Apel Siaga Kamtibmas dari Ojek Online hingga Tokoh Lintas Agama Bersatu demi NTT

TribrataNewsEnde.Com - Pagi yang cerah di Lapangan Apel Polres Ende menjadi saksi semangat kebersamaan masyarakat Bumi Pancasila. Polres Ende menggelar Apel Siaga Kamtibmas dengan tema besar "Bersama Memelihara Kamtibmas Di NTT Untuk Indonesia", Kamis (26/02/2026). Pukul 08.30 Wita.

​Acara yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Ende Kompol Ahmad, S.H., ini tampil beda. Tak hanya dihadiri jajaran kepolisian lapangan apel dipenuhi oleh warna warni seragam dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh pemuda lintas agama (OMK, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda GMIT), kelompok nelayan dan buruh, hingga para pejuang jalanan dari komunitas driver Grab, Maxim, dan Nujek hingga pelajar.

​Dalam amanatnya, Kompol Ahmad, S.H sebagai pimpinan Apel membacakan amanat Kapolda NTT yang menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab kolektif. bahwa keamanan bukan sekadar seremoni, melainkan janji setia Polri untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Meski situasi Kamtibmas di NTT saat ini masih tergolong aman dan kondusif,Wakapolres Ende mengingatkan jajarannya untuk tidak lengah. Dinamika sosial politik, ekonomi, dan budaya yang bergerak cepat membawa potensi gangguan yang nyata.
​"Potensi konflik sosial, intoleransi, perdagangan orang (human trafficking), hingga kejahatan transnasional harus terus kita waspadai," tegas wakapolres Ende dalam amanatnya di hadapan seluruh personel dan stakeholder terkait.

*Ada lima poin utama yang ditekankan untuk menjaga kedamaian di NTT*:

1. ​Landasan Moral: Menjadikan keimanan sebagai kompas dalam bertugas.

2. ​Soliditas Tanpa Sekat: Memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, dan tokoh adat/agama.

3. ​Respon Cepat: Mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk menyelesaikan masalah di lapangan sebelum membesar.

4. ​Kedepankan Musyawarah: Menjaga toleransi beragama dan menyelesaikan konflik dengan cara humanis, bukan anarkis.

5. ​Persaudaraan Sejati: Memupuk silaturahmi demi stabilitas kamtibmas di Nusa Tenggara Timur.

Sebagai daerah yang kaya akan suku, agama, dan budaya, NTT adalah contoh nyata indahnya keberagaman Indonesia. Namun, Wakapolres menekankan bahwa harmoni ini harus terus dirawat dengan pendekatan yang humanis.

"Tugas kita adalah memastikan bahwa keberagaman ini menjadi sumber kekuatan, bukan justru menjadi celah perpecahan. Jadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai kesempatan untuk menumbuhkan kepercayaan, tidak ada keberhasilan dalam menjaga Kamtibmas tanpa kerja sama dan kolaborasi yang erat," tegas Kompol Ahmad di hadapan para peserta apel.

​Kehadiran perwakilan siswa-siswi SMAK Yos Sudarso Ende dan Saka Bhayangkara menambah energi positif, menunjukkan bahwa kesadaran hukum sudah mulai tertanam sejak dini. Di sisi lain, pelibatan komunitas transportasi online dan TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) menunjukkan komitmen Polres Ende dalam merangkul seluruh lapisan pekerja lapangan.Dengan berakhirnya apel ini, Polres Ende bersama seluruh elemen masyarakat siap memastikan situasi tetap kondusif, menjadikan NTT sebagai rumah yang aman bagi siapa saja. Setelah selesai apel Wakapolres Ende menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan Siswi Pelajar SMAK Yos Sudarso Ende dan perwakilan dari Ketua Satkamling Kelurahan Mbongawani.