Polda NTT Penuh Kasih, Polres Ende Gelar Doa Lintas Agama untuk Flores Bangkit

Polda NTT Penuh Kasih, Polres Ende Gelar Doa Lintas Agama untuk Flores Bangkit

​TribrataNewsEnde.Com - Suasana penuh kekhidmatan dan kehangatan menyelimuti Ruang PPKO Polres Ende pada Jumat (11/9/2016). Di tengah tugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, Polres Ende Polda NTT di bumi Pancasila ini menunjukkan sisi humanisnya yang penuh kasih melalui kegiatan bertajuk "Doa Bersama Lintas Agama untuk Flores Bangkit".

​Kegiatan yang diinisiasi sebagai wujud kepedulian dan solidaritas atas bencana gempa bumi di Pulau Flores ini dihadiri oleh Wakapolres Ende, Pejabat Utama (PJU), serta jajaran personel Polres Ende. Tak hanya internal kepolisian, momen berharga ini juga menghadirkan para tokoh agama lokal yang berdiri berdampingan untuk melangitkan doa-doa kebaikan.

​Acara dibuka dengan penuh khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menyatukan tekad dan rasa cinta tanah air. Suasana semakin menyentuh ketika prosesi doa bersama dimulai secara berurutan yang dipimpin oleh para rohaniawan dari berbagai latar belakang keyakinan.

Ustad ​H. Bahrun H. M. Nur memimpin doa secara agama Islam, ​Pdt. Fernando Paulus melantunkan doa secara Protestan, ​RD. Oman Busa memimpin doa secara Katolik dan 
​I Wayan Arnama memandu doa secara agama Hindu.

​Kehadiran para pimpinan umat ini menjadi wujud nyata toleransi yang hidup dan mengakar kuat di Ende Nusa Tenggara Timur. Kebersamaan tersebut menegaskan bahwa di balik seragam tegas kepolisian, ada hati yang terus berdenyut untuk keselamatan, kedamaian, dan kebangkitan masyarakat Flores.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla menegaskan bahwa perbedaan agama dan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi kita untuk berdiri bersama. Hari ini, dari lintas agama hadir dalam keberagaman, namun dipersatukan oleh satu tujuan Flores yang kuat, Flores yang pulih, dan Flores yang bangkit," ujar Kapolres Ende.

Beliau menjelaskan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk dukungan moral nyata serta upaya memupuk semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga fondasi spiritual dan kebersamaan yang kokoh. Ucapnya

​"Semoga dari Timur, kasih terus mengalir. Dari doa, lahir kekuatan. Dari kebersamaan, tumbuh harapan. Dan dari Flores, kita bangkit bersama," tutupnya.

​Dari ketulusan doa di Ujung Timur Nusantara ini, terpancar harapan besar agar bumi Flores terus bangkit, damai, dan sejahtera dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Polda NTT Penuh Kasih dari Timur, Menguatkan Indonesia