Senyum Anak-Anak Watukamba Kembali Mewarnai Tenda Pengungsian: Polres Ende Terjunkan Tim Trauma Healing Pasca Gempa di Flores

Senyum Anak-Anak Watukamba Kembali Mewarnai Tenda Pengungsian: Polres Ende Terjunkan Tim Trauma Healing Pasca Gempa di Flores

TribrataNewsEnde.Com - Puing-puing bangunan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi mungkin merenggut tempat tinggal warga, namun keceriaan anak-anak di pengungsian tak boleh ikut sirna. Bergerak cepat menangani dampak psikologis korban bencana, Personel Polres Ende Polda NTT menerjunkan tim khusus untuk memulihkan trauma emosional anak-anak terdampak. Minggu (16/08/2026) Sore.

Tawa riang anak-anak terdampak bencana di Dusun Watukamba kelurahan Lokoboko Kecamatan Ndona kembali terdengar berkat hadirnya Tim Trauma Healing Polres Ende.​Dipimpin oleh Aiptu Yeremias Markus Lete, S.H., bersama Briptu Novita Ismiyati, tim psikologi lapangan ini bergerak cepat membaur bersama anak-anak di lokasi pengungsian. Tanpa canggung, para personel kepolisian tersebut mengajak anak-anak bernyanyi, bermain, hingga melakukan intervensi psikologis ringan guna memulihkan kecemasan dan rasa takut berlebihan pascabencana.

Kapolda NTT Irjen.Pol, Dr. Rudi Darmoko, S.I.K.,M.Si yang menyaksikan langsung keceriaan anak anak di tempat pengungsian mandiri saat meninjau lokasi mengatakan bahwa pemulihan kesehatan mental korban bencana, khususnya generasi muda, menjadi prioritas utama jajarannya di samping penyaluran logistik dan penanganan fisik. Kami dari Polda khususnya Polres sudah menyiapkan tim trauma healing sambil menunggu bantuan dari provinsi. Tim ini akan fokus membantu anak-anak di tenda pengungsian. ujar Kapolda NTT saat berada di Tenda Pengungsian Mandiri Watukamba.

"Guna memberikan hasil yang cepat dan berdampak panjang, tim pendamping dibekali metode khusus bernama Ultimate Soul Emotional Freedom Technique (USEFT). Teknik ini terbukti efektif melepaskan emosi negatif, rasa takut berlebihan, hingga fobia akibat guncangan bencana. ​Metode ini membantu anak-anak mengatasi trauma dengan cara yang sederhana, dan hasilnya diharapkan permanen". Ujar Kapolda NTT saat di Wawancara.

Langkah sigap Polda NTT ini berpadu erat dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTT memastikan penanganan trauma akan diperkuat secara masif dengan menggandeng pakar dari Fakultas Psikologi Universitas Nusa Cendana (Undana). Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan akademisi ini menjadi pilar utama dalam merawat asa masyarakat Flores. Di tengah kepungan duka, hadirnya pendampingan emosional ini memastikan bahwa anak-anak NTT tidak berjalan sendiri untuk bangkit dan menatap masa depan kembali.