Apel Siaga Antisipasi Aksi Unjuk Rasa 2 Tahun Kabinet Merah Putih, Kapolres Ende Tekankan Prinsip Zero Defect
TribrataNewsEnde.Com - Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkait aksi unjuk rasa memperingati 2 tahun Kabinet Merah Putih, Kepolisian Resor Ende Polda NTT menggelar apel pengecekan personel, peralatan, dan kendaraan dinas pada Selasa, (20/10/2026).
Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla ini bukan sekadar rutinitas formalitas belaka, melainkan bentuk uji kesiapan operasional kesatuan dalam menghadapi situasi darurat maupun tugas pelayanan sehari-hari. Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kesiapsiagaan tinggi agar personel tidak terjebak dalam rutinitas, serta mengusung prinsip Zero Defect untuk meminimalisir sekecil mungkin celah kesalahan di lapangan.
Apel kesiapsiagaan ini digelar untuk memastikan seluruh unsur pengamanan, baik personel, sarana prasarana, maupun kendaraan taktis (rantis), berada dalam kondisi prima guna mengawal aksi unjuk rasa (unras) agar tetap berjalan aman, tertib, dan damai di wilayah hukum Polres Ende.Ujarnya.
"Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Tugas kita bukan untuk menghalangi, melainkan untuk melayani, mengawal, dan mengamankan jalannya aspirasi agar tetap kondusif." Ujar AKBP Yudhi Franata dalam amanatnya.
Kapolres Ende tekankan tiga poin bagi seluruh jajaran:
Kesiapan Personel: Aspek sikap, tampang, dan kedisiplinan menjadi modal dasar. Kelengkapan administrasi perorangan mulai dari KTA, SIM, hingga KTP serta kesesuaian seragam dinas wajib clear agar fisik dan mental selalu siap bergerak kapan pun dipanggil.
Kesiapan Peralatan Teknis dan Khusus: Seluruh peralatan pendukung operasional, termasuk kelengkapan dalmas, persenjataan, alat komunikasi, hingga perlengkapan khusus lainnya dipastikan berfungsi dengan baik tanpa kendala macet di lapangan.
Kelayakan Kendaraan Dinas: Kendaraan operasional roda dua, roda empat, maupun rantis sebagai sarana mobilitas utama dicek secara menyeluruh mulai dari mesin, kebersihan, rem, hingga lampu, dengan instruksi agar dirawat penuh tanggung jawab seperti milik sendiri.
Selain pengecekan fisik, Kapolres Ende juga menegaskan standar penanganan pengamanan yang humanis, patuh pada SOP serta tahapan eskalasi, larangan keras penggunaan senjata api, serta kewajiban menjaga keamanan bagi kedua belah pihak guna memperkuat soliditas.
Mengakhiri amantnya AKBP Yudhi Franata menyampaikan bahwa situasi aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polres Ende terpantau nihil. Kendati demikian, seluruh personel dan kendaraan tetap disiagakan di polres untuk mengantisipasi dinamika dan perkembangan situasi lebih lanjut.

User

